1.  1

     

    osce

    1. R : Mi, mulai besok sampai senin aku osce. doain ya, mi. osce-nya lancar, nggak remidi, nilainya bagus, terus pulang \o/. sekalian minta doain abah juga, terus mas ulum juga, sekalian dek syahid sama dek audi :D
    2. Umi : Iya, nanti minta doakan orang sekampung sekalian ya.
    3. R : *kemudian ngakak* beneran lho mi -____- kalo remed nanti aku nggak libur *kemudian mewek*
     
  2. #AORTA2013 #FRIENDS #FAMILY #MEDSTUD #ARTERIO #GATHERING #RAMADHAN #BUBER
We are ARTERIO Family :)

    #AORTA2013 #FRIENDS #FAMILY #MEDSTUD #ARTERIO #GATHERING #RAMADHAN #BUBER

    We are ARTERIO Family :)

     
  3.  2

     

    Kalau calon dokter hanya belajar untuk memperkaya knowledge, hanya berorganisasi untuk mengasah skill-nya, hidupnya hanya disekitar kampus saja, kuliah-praktikum-organisasi, tetapi ia tidak pernah mau ikut bakti sosial, tidak mau melihat keadaan masyarakat, percuma ! Knowledge bagus, skill mumpuni, tapi anda gagal berempati. 

    dr. Akhmad Isna. MMLC Nasional 3 Fakultas Kedokteran 2013

     
  4.  4

     
    Pemuda adalah penerus estafet perjuangan. Diserahkan atau tidak diserahkan masa depan ada di pundak kalian.
    — Doktor Ayoeb Amin. Materi Pemuda Islam, Moslem Managerial and Leadership Camp (MMLC) Nasional 3, 2013. Fakultas Kedokteran. 
     
  5.  5

     

    Kredibilitas

    "Jadi dokter itu harus kredibel. Maksudnya gimana? Ya berarti kalau misalnya mengedukasi pasiennya bapak kalau bisa jangan merokok ya, dokternya juga harus nggak merokok. Pasien biasanya lebih menanamkan apa yang dilihat dan dicontohkan daripada yang didengar. Kalau bilang bapak makannya yang teratur ya, dikurangi fast food nya, ya berarti kamu juga harus mengurangi makan fast food. Kalau bilang ibu diusahakan olahraga yang teratur ya, paling tidak seminggu 2 kali, kalian sebagai dokternya udah olahraga seminggu 2 kali belum?”

    *serempak nyengir innocent ke dr. Dirga* *epic*


    skill lab anamnesis - edukasi pasien obesitas

     
  6.  13

     

    risalatulamanah:

    annisaadejanira:

    Berhubung aku nggak romantis, nggak pandai merangkai kata, dan juga nggak kreatif, aku bisanya cuap-cuap sesuka hati, maka ijinkan aku menulis sedikit untuk teman dekatku bahkan bukan sekedar teman tapi juga saudara yaitu Risalatul Amanah.

    Aku pernah menulis “Memang perayaan hari lahir itu nggak ada. Tapi, di tanggal hari lahirmu itu orang-orang yang sayang, akan selalu mengingatnya.”

    Dan di tanggal hari ini tepat 20 tahun yang lalu kamu lahir di dunia bukan? 

    Berkurang usia sebenarnya bukan hanya pada saat tanggal lahirnya kan? Bahkan setiap detik berlalu umurnya saja sudah berkurang.

    Risa, dari dirimu aku belajar banyak hal, dirimu juga yang sabar menasehatiku. Teruslah menjadi Risa yang menebar manfaat ke orang-orang sekitarmu.

    Risa, semoga kelak menjadi dokter yang keren buat suami, anak-anakmu, keluargamu, tetanggamu, masyarakat, orang lain, dan juga aku! Hehehe. Maksudnya keren, banyak menolong dan menyembuhkan penyakit ;)

    Risa, semoga mimpi-mimpimu terkabul ya, dan dimudahkan juga dilancarkan menggapai mimpi-mimpimu.

    Risa, tetaplah ceria dan tegar! Sungguh dirimu itu luar biasa :)

    Risa, ah gakbisa ditulis semuanya disini. Maafkan temanmu ini yang belum jadi teman yang baik buat kamu ya?

    Ingat! Banyak orang yang sayang sama kamu :)

    Barakallahu fii umrik Risa.. ♥

    aamiiin. makasih banyak Annisaa :))

    super terharu baca ini :’)

     
  7.  1

     
    kepengen buku ini. dan tiba-tiba dikasih. super terimakasih :))
makasih juga buat surprise-nya temen-temen. 
@naelanabiela @nadiamailina @muhammaddhiya @mochammadichwanuddin @rafidahhelmi @vererikarina @adib @musahaidar :))

    kepengen buku ini. dan tiba-tiba dikasih. super terimakasih :))

    makasih juga buat surprise-nya temen-temen. 

    @naelanabiela @nadiamailina @muhammaddhiya @mochammadichwanuddin @rafidahhelmi @vererikarina @adib @musahaidar :))

     
  8.  2

     

    Bip bip.

    From : Umi 

    Ris, tadi umi habis wawancara orang tua sama pak Heri. Kata Pak Heri, nanti kalau pulang ke Solo, main-main ya ke SMA. 

    Reply : "Kenapa mi?"

    Bip bip.

    From : Umi

    Jangan hilang komunikasi.

     

    Pesannya singkat. Tapi kenanya dalem ke hati. Cuma begitu, tapi saya terharu. 

    Ah, ternyata diam-diam saya merindukan sekolah itu. Guru-guru yang sebenarnya perhatian, ada juga yang akrab seperti teman, atau berwibawa seperti Pak Heri. 

    Ternyata saya kangen belajar di sana.

     

    Betapa saya berhutang banyak maaf kepada guru-guru di sana :’) 

     

     
  9.  7

     

    Memaknai Harimu

    Drrrt. Drrrtt. Drrrrt. Entah sudah ke berapa kalinya aku terbangun karenablackberry ku bergetar-getar malam ini.

    Tanpa membuka mata, kujauhkan benda putih itu. Malam ini teman-temanku hobi sekali mengirim ‘badai PING!!!’ ke aku. Jam 12 malam. Jam 1. Setengah 2. Hampir jam 2. Dan aku, bodohnya, hanya menjauhkan benda putih itu, bukan mematikan getarnya, kemudian tidur lagi.

    Drrt. Drrttt. Drrrttt. Drrrttt. Drrrrtttt. Drrrrtttt. Drrt. Drrttt. Drrrttt. Drrrttt. Drrrrtttt. Drrrrtttt.Drrt. Drrttt. Drrrttt. Drrrttt. Drrrrtttt. Drrrrtttt.Drrt. Drrttt. Drrrttt. Drrrttt. Drrrrtttt. Drrrrtttt.


    Jam 2 pagi. Bunyinya semakin menjadi. Kuambil lagi benda putih yang tadi sempat kusingkirkan. 

    Benar saja. Badai PING!!! seperti orang-orang sebelumnya.

    “Bangun, dong. Kok nggak bangun-bangun, sih.”

    “Iya. Ini udah bangun.”

    “Oke.”

    “Jadi ini badai dari tadi cuma mau nge-test getar hapeku? -___-“

    Tidak ada jawaban. Fine. Saya bersiap tidur lagi. 

    Drrrtt. Drrrt. Dan gagal.

    “Selamat hari lahir.” tulisnya, sama seperti bbm bbm sebelumnya.

    “Iya, makasih yak, hehe” 

    “Kamu tahu, barangkali perayaan hari lahir itu nggak ada. Tapi aku tetep ngucapin ke kamu. Mau tau nggak kenapa?”

    Ehem.” jawabku, belum sadar sepenuhnya.

    “Aku mau ngomong panjang, nih. Awas aja ya tidur lagi.Haha.”

    Sa, kaya yang tadi aku bilang. Mungkin perayaan hari lahir itu nggak ada. Tapi kalo kita lihat dari sudut pandang yang berbeda, ada banyak hal yang bisa kita maknai.

    Misalnya nih, pas hari lahir kamu, banyak dari temen-temen kamu yang doain. Meskipun sebenernya doa bisa setiap hari. Tapi di hari waktu kamu lahir, ada banyak doa dipanjatkan khusus buat kamu. 

    Bahwasanya esensi doa itu bukan sekedar kita meminta ini dan itu. Tetapi ketika kamu mendoakan orang-orang di sekitarmu. 

    Di hari yang sama, ketika kamu lahir, akan ada banyak teman yang meningatkanmu. Bahwasanya usiamu sudah berjalan sejauh ini, entah tinggal seberapa lagi. Dan kamu harus menjadi seseorang yang lebih baik dari tahun-tahun yang telah berlalu.

    Masih di hari yang sama, akan ada banyak pesan masuk, ‘selamat bermuhasabah’. 

    Berhentilah sejenak. Buka lagi lembaran kusammu. Apa saja yang sudah kamu lakukan? Untuk akhiratmu, agamamu, orang tuamu, keluargamu, orang-orang disekitarmu? 
    Apa saja yang perlu kamu perbaiki? 
    Ya. Berhentilah sejenak. Meskipun merenung tidak harus dilakukan setahun sekali saat hari lahirmu, kapanpun bisa.

    Sa, pernah temen aku nulis di blognya, tapi aku lupa siapa namanya.

    Hari lahir itu adalah mengingat hari dimana ibu kita berjuang melahirkan kita dengan sepenuh jiwanya. Pengingat agar kita bersikap lebih penuh bakti pada wanita yang sudah merawat dan mengorbankan banyak hal untuk kita, sampai detik ini, bertahun-tahun setelah kamu lahir. 

    Hari lahir itu adalah mengingat bagaimana ayah mengucapkan selamat datang dengan adzan di telingamu. Menciummu penuh haru. Bekerja keras untuk kamu tanpa pernah mengeluh atau merasa kamu membebaninya.

    Baktimu setelah pada ibu, adalah pada ayahmu.

    Hari lahir adalah mengingat betapa bertahun-tahun ini telah kamu lalui dengan dinamika yang ada bersama kakak-adikmu. 

    Berkelahi. Berebut barang. Cemburu. atau ketika 

    Kakakmu melindungimu. Mengajari apa yang Ia tahu. Tertawa saat bermain bersama kamu dan adikmu.

    Ah, bukankah orang-orang lebih sering mengatakan sayang pada orang yang disukainya, yang entah siapa, yang baru saja kenal, dibanding dengan kakak adik nya sendiri?

    Barangkali kita perlu berlatih lebih untuk mengatakan atau menunjukkan betapa kita menyanyangi mereka. Terimakasih untuk tahun-tahun yang telah kita jalani bersama.

    “Yah, intinya gitu lah. Jarang-jarangkan aku ngomong begini. Hahaha.

    “Selamat memaknai banyak hal. Bahwasanya orang-orang yang hadir setiap harinya di tahun-tahun kehidupanmu, membawa kisah dan pelajarannya masing-masing. 

    Get older, get better. Sayang kamu {}”

    Drrt. Drrttt. Drrrttt. Drrrttt. Drrrrtttt. Drrrrtttt. Drrt. Drrttt. Drrrttt. Drrrttt. Drrrrtttt. Drrrrtttt.


    Oi ! masih bangun kan? PING !!!”

    “Diem dulu, ih. Aku masih terharu nih kamu nulis begitu. haha.”

    Semarang, 19 Mei 2013

     
  10.  6

     

    Pernah kamu merasa kehilangan?

    Saat seseorang yang masih ada tiba-tiba tidak ada lagi di sampingmu. Saat seseorang yang masih ada tiba-tiba hanya kau pandangi dari kejauhan, dengan sesekali bertegur sapa.

    Aku sering kehilangan.

    Saat seseorang yang pada suatu masa sangat dekat dengan kita, tiba-tiba menjadi canggung seperti orang yang baru kenal.

    Jangan tanya aku kenapa. Barangkali aku hanya akan terdiam memikirkan jawaban pastinya. Entahlah.

    Bisa jadi, dulu hampir setiap hari kami bersama, kemudian mengambil pilihan-pilihan yang berbeda, intensitas bertemu berkurang drastis, dan tiba-tiba canggung itu menyelinap di antara kami. Begitu saja.

    Bisa jadi, katanya karena berbeda dalam banyak hal. Baginya, ‘ini nggak aku banget’ sedang aku justru menaruh perhatian lebih.

    Bisa jadi, ini yang lebih sering terjadi. Ketika kami memilih diam. Masing-masing kami tahu, teman kita bukan orang yang selalu bisa membaca pikiran kita.  Tapi setiap ada unek-unek, diam sering menjadi pilihan kita. Padahal masing-masing kami tahu, komunikasi itu penting.

    Saya belajar beberapa hal, menerima perbedaan itu penting. Mana mungkin semua orang harus sejalan dengan keinginan kita. Ada saat-saat dimana teman kita melakukan hal yang kita sama sekali tidak suka, membuat jengkel setengah mati. Tapi (barangkali) disitulah seninya. Konon katanya, teman adalah menerima kamu apa adanya. Waktu kamu bisa jadi temen yang nyenengin, konyol, bijaksana, bahkan nyebelin setengah mati.

    Susah. Tapi (seharusnya) bisa.

    Dan .. sebuah hubungan nggak bisa berjalan searah. Dia berusaha memahami, kita juga harus berusaha memahami. Kita berusaha menerima, dia juga berusaha menerima. Barangkali seperti itu.

    Sebuah hubungan hanya dapat dipertahankan jika orang-orang yang terlibat di dalamnya berusaha mempertahankannya. Tanpa terkecuali.

    Kamu pernah merasa kehilangan?

    Ya. Rasanya aneh. Terimakasih buat yang sudah singgah sebentar, buat yang masih ingin berlama-lama, dan yang sedang berusaha bertahan di perahu yang sama hingga akhir. 

    Saya belajar banyak. Bahkan dari kehilangan.

    Kadang yang perlu kita lakukan justru menahan diri sendiri. Bukan mengeluh atau menuntut seseorang seperti yang kita mau. Tetapi menerima.